Pesan Error yang Mengajariku Cara Mengajar
Bertahun-tahun membaca pesan error sebagai developer membuat saya belajar satu hal penting untuk kelas: kesalahan adalah petunjuk, bukan hukuman.

Sebagai developer, saya sudah melihat ribuan pesan error. Ada yang jelas dan langsung menunjukkan baris mana yang salah, ada juga yang membingungkan dan membuat saya mencari jawabannya berjam-jam. Lama-lama saya sadar, pesan error bukan musuh. Ia adalah petunjuk yang memberi tahu apa yang perlu diperbaiki.
Cara pandang ini ternyata sangat berguna di kelas.
Banyak siswa takut salah. Ketika kode mereka tidak berjalan, sebagian langsung menyerah, sebagian lagi diam-diam menyalin pekerjaan teman. Bagi mereka, error terasa seperti tanda bahwa mereka tidak mampu. Padahal di dunia nyata, developer berpengalaman pun menghadapi error setiap hari. Bedanya, mereka sudah terbiasa membaca, memahami, dan memperbaikinya.
Karena itu, saya mencoba mengubah cara siswa memandang kesalahan. Saat ada error, saya tidak langsung memberi jawaban. Saya mengajak mereka membaca pesannya bersama yaitu baris mana yang ditunjuk, apa artinya, dan apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Pelan-pelan, siswa mulai terbiasa mencari solusinya sendiri.
Saya bahkan menjadikan materi Error Handling dan Debugging sebagai bagian penting dalam pembelajaran. Siswa belajar bahwa program yang baik bukan program yang tidak pernah error, melainkan program yang siap menghadapi kemungkinan error dengan cara yang tepat.
Pelajaran ini juga berlaku untuk saya sebagai guru. Tidak setiap pertemuan berjalan sesuai rencana. Ada media yang tidak berfungsi, ada penjelasan yang tidak dipahami siswa, ada aktivitas yang ternyata terlalu sulit. Dulu saya menganggapnya sebagai kegagalan. Sekarang saya menganggapnya sebagai pesan error: petunjuk bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki di pertemuan berikutnya.
Refleksi setelah mengajar menjadi semacam proses debugging. Saya mencatat apa yang terjadi, mencari penyebabnya, lalu mencoba solusi yang berbeda.
Mungkin inilah warisan terbesar dunia teknologi bagi cara saya mengajar: keberanian untuk salah, kemauan untuk membaca kesalahan dengan tenang, dan ketekunan untuk terus memperbaiki.
Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.